Surat Terbuka untuk Risma Wali Kota Surabaya

Surat Ijo


POLIPRENEUR.com - Polemik tentang keberadaan tanah berstatus surat "tanah ijo" terus menggelinding. Di akhir jabatan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, warga pemegang Surat Ijo merasa tak menemukan solusi. Imbasnya, beberapa warga kecewa. Bahkan sampai menulis surat terbuka untuk Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini.

Surat terbuka itu dibagikan di sejumlah media sosial dan grup pertemanan whatsapp. Berikut surat terbukanya.

Assalamualikum Wr Wb

Salam hormat Bu Risma

Perkenalkan saya M. Mufti Mubarok, warga Surabaya yang sudah berKTP selama 30 tahun.

Saya menempati rumah diatas Surat IJO atau IPT (Ijin Pemakaian Tanah). Saya juga tinggal bersama 53 ribu warga Surabaya yang rumahnya masih bersatus surat ijo dan sudah menempati ada yang 50 tahun, bahkan ada yang 60 tahun.

Penghuni surat ijo ada yang sudah generasi kedua. Bahkan ada yang generasi ketiga

Bu Risma yang saya hormati, terakhir ini ibu mengajukan tiga Perda yang sangat memberatkan kami, perda PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), Perda Retribusi dan Perda Aset Kekayaan Daerah. Tiga perda siap untuk membunuh kami pelan-pelan tapi pasti.

Tiga perda yang ibu ajukan tak ada yang menyenangkan kami.

Bu Risma yang sangat berprestasi

Akhir akhir ini pula Ibu Risma begitu royal kepada penegak hukum. Banyak hibah tanah diberikan kepada Polisi, Jaksa, bahkan Pengadilan. Tapi ke warganya sendiri yang masih berstatus surat ijo masih engkau tak peduli.

Ibu Risma yang terhormat.

Ibu dan Bapak Bambang DH sudah 20 tahun berkuasa tapi kami warga surat ijo tak sedikitpun engkau pikirkan.

Bu Risma yang mulia, Engkau sebenarnya tahu penderitaan dan perjuangan warga pemegang surat ijo tapi tampaknya ibu dan bapak Bambang cuek-cuek bebek. Sekarang para wakil Rakyat yang kebetulan satu partai dengan Ibu pura-pura bersuara membela kami. Tapi para wakil rakyat yang sudah 30 tahun lebih hanya pura-pura menampung kami.

Ibu Risma yang semoga tambah sehat,

Di akhir jabatan ibu, Ibu telah berhasil mengambil aset tanah YKP dengan tangan Kejaksaan. Sekarang saatnya Ibu Risma melepas dengan syarat surat ijo agar kami bisa bernafas lega.

Kami menyarankan ibu untuk meminta payung hukum pada Pengadilan supaya Ibu nanti tidak disalahkan.

Bu Risma yang baik hati, sumbangan kami untuk Pemkot tidak seberapa hanya Rp 46 miliar tiap tahun jauh dari APBN ibu yang Rp 9,5 triliun.

Ibu Risma. Kami mengetuk hati ibu diakhir masa jabatan ibu. Mohon ibu ingat janji janji ibu untuk warga Surabaya.

Sekali lagi mohon ibu ingat-ingat sekali lagi dari hati yang dalam dan dengan kesadaran penuh.

Semoga diakhir jabatan ibu khusnul Khotimah dan sehat selalu.

Pesan kami tidak ada salahnya untuk segera melepas surat ijo sesuai aturan. Karena semua kota di Indonesia sudah melepas.

Demikian surat terbuka ini, semoga bisa mengetuk nurani ibu yang terkenal dengan segudang prestasi namun kurang peduli dengan kami warga surat ijo

Salam hormat

Surabaya, 21 Juli 2019 TTD *M.Mufti Mubarok*

Source : Polipreneur Newsroom