Aris Gunawan dan Tekadnya Maju di Pilbup Gresik

Aris Gunawan


POLIPRENEUR.com - Aris Gunawan memang tidak sepopuler para politisi Gresik kebanyakan. Tidak pula setenar para pejabat yang dekat dengan kekuasaan.

Dalam sejumlah kesempatan di seremonial, dia enggan tampil demi pencitraan. Karena bagi Aris, kinerja untuk kepentingan dan membantu khalayak lebih utama ketimbang berhasrat untuk sekadar mendapat penghargaan atau pengakuan diri.

Kendati demikian, bukan berarti nama Aris Gunawan tidak diperhitungkan dalam kancah perebutan bupati Gresik pada tahun 2020 mendatang melalui pemilihan bupati (pilbup).

Seringkali namanya disebut oleh masyarakat Gresik khususnya wilayah Gresik Selatan supaya ada sosok pemimpin Gresik berasal dari Gresik Selatan.

Ketimpangan pembangunan dan kurangnya perhatian pemimpin Gresik dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Gresik terhadap Gresik Selatan menjadi tekad Aris untuk maju dalam perhelatan Pilbup Gresik.

Jalur independen dipilihnya sebagai jalan untuk bersaing di pilbup Gresik.

"Saya akan maju lewat jalur independen. Dukungan masyarakat secara sukarela yang membuat saya optimis bisa lolos verifikasi dan administrasi pendaftaran Pilbup nanti," ujar Aris, penuh semangat.

Tentunya, tekad Aris akan maju di Pilbup Gresik bukan tanpa persiapan. Seabrek program disiapkan untuk membangun Kabupaten Gresik. Beberapa diantaranya ialah peningkatan ekonomi warga Gresik, jalur transportasi terintegrasi, pemerataan pendidikan dan kesehatan, penanganan banjir, kesempatan kerja, hingga peningkatan layanan Pemerintah.

Dan lagi, Aris ingin keberadaan ratusan industri skala besar hingga kecil di Gresik tidak dinikmati segelintir pihak saja, melainkan merata bagi seluruh masyarakat Gresik.

Industri itu juga, kata Aris, bisa berdampingan dengan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui UMKM binaan dan plasma. Sehingga yang besar bisa berdampingan dengan yang kecil untuk saling melengkapi.

Aris juga menyoroti potensi perikanan di Kabupaten Gresik yang kian waktu mulai berkurang karena gencarnya reklamasi yang dilakukan oleh korporasi besar. Padahal, reklamasi itu perlahan-lahan mematikan usaha nelayan karena sulitnya dapat ikan.

Walaupun ada, nelayan harus berlayar jauh ke tengah laut. Belum lagi keberadaan tambak yang tergusur oleh pembangunan gudang, kawasan industri dan perumahan.

Tambak, kata Aris, sebagai salah satu sumber daya perikanan yang harus dijaga arealnya.

"Jangan sampai tambak di Gresik dibabat habis demi pembangunan kawasan industri dan pergudangan. Bandeng yang menjadi ikon Gresik makin sedikit karena luasan tambak berkurang. Sebelum itu terjadi, harus diselamatkan melalui perda (peraturan daerah). Jika ada yang main-main soal.perizinan, maka konsekuensinya ialah hukum," tegas Aris, yang menjadi Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (FPSR) ini.

Disamping itu, wisata di Gresik menjadi perhatian Aris. Gresik punya wisata religi seperti Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim. Tapi yang patut disayangkan, wisata alam kurang mendapat perhatian Pemerintah Gresik.

Selain kurangnya promosi, nyaris infrastruktur menuju sejumlah destinasi wisata di Gresik kurang memadai. Misalnya minimnya alat penunjuk jalan ke lokasi wisata, belum lagi transportasi umum yang tidak banyak.

Aris punya gagasan, wisata Pantai Pasir Putih Dalegan dan di Bawean serta sejumlah destinasi wisata lain di Gresik bisa dibuatkan paket wisata terintegrasi dengan wilayah lain. Dengan wisata di Lamongan, misalnya.

"Keberadaan wisata menjadi salah satu meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) Gresik. Untuk mendukung.wisata itu, perlu dibangun hotel berbintang disertai MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) atau Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran). Di Gresik belum ada banyak seperti itu, sehingga para pebisnis lebih memilih Surabaya sebagai tempat pertemuannya. Padahal, industrinya berada di Gresik. Ini yang harus diterapkan di Gresik. Dengan wisatanya ramai, hotel okupansinya bisa 60% ke atas, akan berimbas terhadap dagangan UMKM dan sektor lainnya," kata Aris.

Gagasan lain yang disampaikan Aris ialah pameran. Tiap bulan, setidaknya dilaksanakan pameran tentang potensi Gresik. Misal bukan April bisa dilaksanakan pameran hasil karya perikanan. Lalu bulan berikutnya, pameran religi, seperti kopyah yang dihasilkan UMKM Gresik, sarung, atau busana muslim produk asli Gresik. Berikut di bulan-bulan berikutnya dengan tema berbeda.

"Jika itu terealisasi, buyer bisa datang ke Gresik. Dan itu harus direalisasikan. Saya siap untuk itu," jelas Aris. (*)

Penulis : Arif Yulianto