Disebut Layak Pimpin Kota Surabaya, Jamhadi : Terus Bekerja untuk Surabaya

Jamhadi (kedua dari kanan) saat jadi nara sumber dalam program Panggung Aspirasi di Jtv


POLIPRENEUR.com - Nama Jamhadi santer disebut menjadi salah satu kandidat yang dijagokan dalam perhelatan pemilihan wali kota (Pilwakot) Surabaya pada tahun 2020. Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya ini dinilai layak memimpin Kota Surabaya karena kontribusinya terhadap Kota Surabaya, baik dari tenaga atau gagasannya.

Beberapa kontribusi Jamhadi secara langsung atau tak langsung salah satunya ialah usulan rancangan peraturan daerah (raperda) ekonomi kreatif yang diusulkan kepada Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya melalui KADIN.

Jamhadi juga tak sedikit mempromosikan potensi investasi, wisata, dan produk Kota Surabaya ke kancah internasional. Hasilnya, banyak relasi bisnisnya tertarik menjalin kerjasama di Kota Surabaya dan Jawa Timur. Investasi dan wisata di Kota Surabaya meningkat, juga perdagangan.

Lalu bagaimana dengan peluang kerja di Kota Pahlawan ini?

"Selama masa pemerintahan, mulai dari Pak BDH (Bambang Dwi Hartono) sampai Ibu Risma (Tri Rismaharini) dan Mas Wisnu (Whisnu Sakti Buana), pengangguran di Kota Surabaya menurun dan angkatan kerja meningkat 1,7%," ujar Jamhadi, Direktur PT Tata Bumi Raya ini.

 Disebutkan Jamhadi, angkatan kerja di Surabaya mencapai 1,568 juta orang tahun 2018, sedangkan peluang kerja jauh dari angkatan kerja itu bahkan lebih dari 2 juta lapangan kerja. Kebutuhan itu diisi oleh warga Surabaya dan kaum urban.

Namun warga Surabaya masih ada pengangguran sekitar 5,98%. Solusinya, tata kelola pemerintahan yang sudah baik ini masih harus ditingkatkan lagi agar selalu ada lapangan kerja untuk seluruh angkatan warga Surabaya.

Oleh karenanya, ada banyak yang harus dilakukan oleh pemerintahan Kota Surabaya ke depannya.

Saat ditanya apakah dirinya siap maju jadi calon Wali Kota Surabaya, Jamhadi secara diplomatis menjawab, "Maju sebagai Wali Kota atau Gubernur bahkan Presiden bisa datang dari berbagai karier. Bahkan Jokowi menjadi Presiden RI berasal dari dunia usaha. Untuk itu, ke depan diperlukan sosok wali kota yang paham terhadap kondisi Kota Surabaya termasuk dari politik, seperti Pak Bambang DH, Wisnu Sakti Buana, dan Puti Soekarno Putri, atau lainnya."

"Siapapun yang paham terhadap Kota Surabaya, dia layak maju jadi bakal calon wali kota Surabaya dan layak dipilih. Karena selain harus paham politik, adanya dinamika ekonomi global yang menarik untuk dipikirkan agar Surabaya selalu berada di depan," ujar Jamhadi.

Jamhadi mengakui, pemerintahan Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana dalam mengelola Kota Surabaya sudah bagus. Hanya saja, masih banyak lagi yang harus dibenahi dan ditingkatkan. Misalnya peningkatan trade, tourism, dan investment.

Kota Surabaya memberi kontribusi sebesar 30% terhadap perekonomian Jawa Timur yang menempati peringkat kedua dalam kontribusinya terhadap ekonomi nasional atau sekitar 17%.

Perputaran uang di Jawa Timur tiap harinya mencapai Rp 9 triliun, dan antara 20% sampai 30% ada di Surabaya dengan sekitar 52% PDRB Surabaya berasal dari jasa dan perdagangan.

"Meski capaian Kota Surabaya bagus, tapi masih ada hal-hal baik yang masih harus dilakukan. Kolaborasi quatrohelix yang mencakup akademisi, bisnis, komunitas, dan Pemerintah juga perlu ditingkatkan karena turut mensukseskan Kota Surabaya secara berkesinambungan (sustain) yang ujungnya meningkatkan kesejahteraan warga Surabaya," ungkap Jamhadi.

Hal baik yang perlu menjadi perhatian ialah upaya Kota Surabaya menuju smart city. Jamhadi tak menampik, Kota Surabaya sekarang ini cukup bagus dan didatangi sejumlah pebisnis maupun wisatawan luar negeri.

Karenanya, Kota Surabaya harus punya jadwal tematik tiap bulannya sehingga bisa menarik lebih banyak lagi kunjungan wisatawan ke Kota Surabaya. Misalnya pada Mei saat hari ulang tahun (HUT) Kota Surabaya ada shopping festival.

"Lalu Maret apa, Pebruary apa? November apa, dan seterusnya. Saat ini hotel-hotel berbintang di Surabaya menyediakan kamar kurang lebih 42.000 kamar dengan berbagai kelas dan fasilitas. Dengan upaya itu, multiplier effect-nya cukup besar terhadap perekonomian Kota Surabaya. Insha Alloh makmur 'kabeh dulur'," ujar Direktur PT Tata Bumi Raya ini.

Jamhadi membayangkan, bila di atas trotoar yang dibangun sekarang ini juga ada sheltering yang terhubung dengan berbagai penjuru Kota Surabaya.

"Pasti warganya senang 'mlaku' (jalan,red). Itu bisa digerakkan mulai sekarang. Apalagi didukung oleh keberadaan taman yang bagus. Pakaian warganya juga stylish. Itu seperti Paris van Surabaya. Insha Alloh itu salah satu bagian kecil untuk meningkatkn PAD," kata Jamhadi.

Untuk diketahui, Tri Rismaharini - Whisnu Sakti Buana ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya terpilih oleh KPU, pada Selasa (22/12/2015) di Hotel Singgasana, Surabaya.

Risma - Whisnu ditetapkan menang dengan suara perolehan suara 86,5 persen. Sementata lawannya, pasangan Rasiyo - Lucy Kurniasari memperoleh 13,5 persen. Perolehan suara tersebut dari partisipasi pemilih yang hanya 51,31 persen. (*)

Penulis : Junaidi