Temui Jamhadi, 3 Mahasiswa Asal Jerman Studi Banding Ekonomi Jawa Timur

Jamhadi (kedua dari kanan) bersama 3 mahasiswa asal Jerman di kantor PT Tata Bumi Raya


POLIPRENEUR.com - Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA, kedatangan tamu 3 mahasiswa asal Jerman di kantor PT Tata Bumi Raya, Rabu sore, 10 Juli 2019.

Sektor ekonomi di Surabaya dan Jawa Timur (Jatim) menjadi daya tarik mereka untuk mengetahui lebih lanjut potensi ekonomi Jawa Timur kepada Jamhadi.

"Tiga mahasiswa master dari Jerman ini sedang studi banding terkait sektor bisnis di Surabaya dan Jawa Timur," demikian ungkap Jamhadi, Direktur Utama PT Tata Bumi Raya.

Adapun nama-nama ketiga mahasiswa itu antara lain Mr Fabian Kraus dari University of Regentburg, Ms Laura Horr dari University of Munich, dan Mr Patrick Voshangen dari University of Passav.

Dihadapan ketiga mahasiswa itu, Jamhadi dengan cekatan memaparkan tentang potensi-potensi yang dimiliki Jawa Timur, termasuk wisata, hasil alam, perdagangan, pendidikan, budaya, sampai peluang investasi.

Lanjut Jamhadi memaparkan, bahwa selama ini hubungan ekonomi antara Jawa Timur dengan Jerman terjalin dengan baik. Tetapi, ironisnya dilihat dari kinerja neraca perdagangan antara Jawa Timur dengan Jerman, selama kurun waktu tahun 2014-2018, Jawa Timur selalu mengalami defisit.

Pada tahun 2014 mengalami defisit tertinggi sebesar USD 464,24 juta, dinilai dari nilai ekspor sebesar USD 293,27 juta dan impor USD 754,51 juta.

Secara rinci, selama tahun 2015, nilai ekspor Jawa Timur mencapai USD 274,34 juta dan impor sebesar USD 477,7 juta, dan Jawa Timur mengalami defisit USD 202,73 juta.

Pada tahun berikutnya yakni tahun 2016, nilai ekspor Jawa Timur sebesar USD 291,02 juta, dan impor senilai USD 399,27 juta. Dan masih defisit USD 108,25 juta.

Berikutnya pada tahun 2017, nilai ekspor Jawa Timur mencapai USD 325,94 juta, impor USD 598,67 juta, dan Jawa Timur mengalami defisit USD 272,73 juta.

Nilai sepuluh komoditi ekspor ke Jerman pada tahun 2017, yakni bahan kimia organik (USD 40.693.342), tembakau (USD 36.955.132), kayu, barang dari kayu (USD 36.565.950), kopi, teh, rempah-rempah (USD 25.067.817), alas kaki (USD 23.281.271), karet dan barang dari karet (USD 21.509.271), mesin/peralatan listrik (USD 20.844.281), kendaraan dan bagiannya (USD 20.554.076), perabot, penerangan rumah (USD 19.252.641), kakao/coklat (USD 16.761.851). Total nilainya sebesar USD 325.941.204.

Sebaliknya, nilai 10 komoditi impor dari Jerman ke Jawa Timur ialah mekanik (USD 200.277.467), kapal laut (USD 154.182.965), bahan kimia organik (USD 30.195.772), mesin/peralatan dari mesin (USD 26.604.583), plastik, barang dari plastik (USD 23.510.235), tembakau (USD 16.657.446), kertas/karton (USD 15.084.378), berbagai produk kimia (USD 13.321.980), serat stapel buatan (USD 10.792.651), bahan kimia anorganik (USD 9.844.058). Totalnya mencapai USD 598.599.159.

Usai menyampaikan paparannya, Jamhadi berharap kepada ketiga mahasiswa asal Jerman itu mengajak teman-teman mahasiswa lainnya asal Jerman agar berkunjung ke Jawa Timur untuk menikmati sejumlah destinasi wisata yang ada di Jawa Timur.

Dan tak lupa, Jamhadi juga menyebut sejumlah destinasi wisata, diantaranya wisata religi seperti kawasan makam Sunan Ampel Surabaya, vihara, masjid Cheng Hoo, Masjid Al Akbar Surabaya.

Juga wisata sejarah yang ada di Trowulan dan beberapa wilayah lain di Jawa Timur. Disebutkan pula wisata alam pegunungan dan pantai, serta wisata api tak kunjung padam di Kabupaten Sampang. (*)

Penulis : Junaidi