Peluang Ekspor Kopi Terbuka Lebar ke Turki, KADIN Siap Fasilitasi Eksportir

Jamhadi bersama Duta Besar (Dubes) Turki untuk Pemerintah Indonesia, Mr Mehmet Kadri Sander Gürbüz.


POLIPRENEUR.com - Kunjungan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama dengan Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) ke Turki dalam rangka "Indonesia Investment Forum" menangkap banyak peluang. Salah satunya ialah kebutuhan biji kopi yang jumlahnya cukup besar.

Tim Ahli KADIN Jawa Timur, Dr Ir Jamhadi, MBA, menjelaskan, orang Turki punya kebiasaaan minum kopi sehari-harinya. Kebiasaan itu membuat kebutuhan kopi di Turki cukup banyak.

Selama ini, supplai kopi di Turki dipenuhi dari Brasil. Maka dari itu, pada pertemuan dengan delegasi Pemprov Jawa Timur dan KADIN Jawa Timur kemarin, pengusaha Turki meminta Jawa Timur mensupplai kopi ke negaranya.

"Turki bukan negara penghasil kopi tapi kebutuhan kopi cukup besar. Tidak heran jika impor kopi di Turki cukup besar, dan selama ini dipenuhi dari Brasil. Sedangkan kopi dari Indonesia yang masuk ke Turki volumenya masih sedikit," jelas Jamhadi.

Menurut Jamhadi, pengusaha Turki tidak cukup impor kopi saja, melainkan mau berinvestasi di perkebunan kopi di Jawa Timur. Bahkan, mereka sedang mangatur jadual untuk berkunjung ke Jawa Timur guna melihat langsung sentra penghasil dan perkebunan kopi di Jawa Timur.

"Jawa Timur dikenal sebagai salah satu produsen kopi, misalnya di kawasan Dampit Malang. Lalu di pegunungan Ijen Raung yang terkenal dengan specialty coffee. Ada lagi di Lumajang, Situbondo, Banyuwangi dengan kopi lanang, dan Pasuruan," ujar Jamhadi, Ketua KADIN Surabaya.

Meski dikenal sebagai sentra produsen kopi, namun tak banyak produksi kopi di Jawa Timur diekspor ke Turki. Selain minimnya akses pasar, juga pengetahuan tata cara ekspor kesulitan.

Oleh karena itu, Jamhadi mengatakan, produsen kopi yang ingin memulai ekspor khususnya ke Turki, bisa mendatangi KADIN.

Di KADIN, kata Jamhadi, akan difasilitasi tata cara ekspor, informasi akses pasar, dan volume kebutuhan kopi dari berbagai negara khususnya di Turki.

"Silakan datang ke kantor KADIN Jawa Timur atau KADIN Surabaya, atau kantor KADIN di daerahnya masing-masing. Kami siap fasilitasi bagi yang ingin ekspor," ujar Jamhadi, Chairman Tata Bumi Raya Group.

Informasi yang dihimpun, nilai impor kopi di Turki mencapai 150 juta dolar AS. Dari jumlah itu, 0,25% berasal dari Indonesia atau senilai 400 ribu dolar AS. Sebagian besar, jenis kopi yang diimpor ialah kopi robusta.

Jamhadi berharap, peluang ekspor kopi ke Turki bisa dimanfaatkan pengusaha Jawa Timur. Asalkan, supplainya secara berkelanjutan atau kontinyuitas.dan kualitas ekspor.

Dengan masuknya kopi dari Jawa Timur ke Turki, diharapkan mampu memperbesar neraca perdagangan Jawa Timur - Turki. Karena sampai Februari 2019, neraca perdagangan Jawa Timur - Turki masih surplus 1,16% dengan total nilai ekspor 15,40 juta dolar AS dan impor senilai 12,6.

Secara periodik, neraca perdagangan Jawa Timur-Turki, pada tahun 2016, ekspor USD 93,50 juta, impor USD 74,88 juta. Pada tahun 2017, ekspor USD 115,97 juta, impor USD 61,31 juta. Dan pada tahun 2018, ekspor USD 63,50 juta, impor USD 71,73 juta. Periode tahun 2018, Jawa Timur defisit USD 8,23 juta. (*)

Penulis : Junaidi