Qantas Merombak Program Frequent Flyer

Pesawat Qantas. (Credit : Jet Photo)


POLIPRENEUR.com – Anggota Qantas Frequent Flyers kini hanya perlu mengeluarkan lebih sedikit biaya untuk penerbangan reward internasional, serta dapat mengakses lebih banyak pilihan kursi, dan menukar poin dari berbelanja di mitra Qantas dengan lebih banyak reward. Ini merupakan perombakan terbesar dari program loyalitas Qantas selama 32 tahun terakhir.  

Ditunjang investasi sebesar AUS$ 25 juta, perombakan ini akan meningkatkan manfaat bagi seluruh anggota, sekaligus mempermudah mereka dalam memperoleh dan menukarkan poin.  

Serangkaian perubahan kunci yang akan mulai bergulir selama 12 bulan mendatang ini termasuk:

- Menambah lebih dari satu juta kursi reward ekstra di penerbangan Qantas dan sejumlah mitra maskapai baru setiap tahun

- Mengurangi biaya yang dibebankan pada penumpang ketika memesan tiket menggunakan Poin hingga 50% untuk penerbangan internasional. Ini berarti anggota bisa menghemat sekitar AUS$ 200 untuk setiap penerbangan pulang-pergi

- Mengubah jumlah poin yang dibutuhkan untuk memesan kursi reward di penerbangan domestik dan internasional, termasuk 10% reduksi poin yang dibutuhkan untuk kursi Classic Reward kelas ekonomi di penerbangan internasional

- Menambah jumlah poin yang dibutuhkan untuk peningkatan kelas penerbangan dan pemesanan kursi Classic Reward di kabin premium, agar lebih mencerminkan nilai premium pengalaman tersebut

- Menciptakan jenjang baru dalam program Points Club untuk memberikan lebih banyak manfaat bagi para anggota yang memperoleh mayoritas poinnya dari transaksi di darat

- Memperkenalkan status Lifetime Platinum, sebuah pengakuan pamungkas bagi pelanggan maskapai terloyal.

CEO Qantas Group Alan Joyce berkata bahwa perubahan tersebut berfokus pada penguatan program Qantas Frequent Flyer demi terus membawa manfaat bagi hampir 13 juta anggotanya.  

“Program Qantas Frequent Flyer adalah wujud apresiasi atau reward bagi para pelanggan setia. Perubahan yang kami lakukan akan mempermudah para anggota dalam mengakses reward tersebut, sekaligus memastikan bahwa mereka terus merasa dilibatkan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pula bagi bisnis kami,“ ujarnya.  

“Kami tahu bahwa mayoritas anggota ingin menggunakan poin mereka untuk bepergian ke destinasi luar negeri impian mereka. Oleh karena itu, kami menambahkan kursi reward termasuk di First Class, Business Class, dan Premium Economy Class pada rute-rute ke London, Los Angeles, Tokyo, dan Singapura, serta memangkas biaya-biaya terkait,“ ujarnya.  

Selain itu, kerja sama baru dengan Air New Zealand, China Airlines, Bangkok Airways, Air France, dan KLM Royal Dutch Airlines juga memberikan lebih banyak pilihan bagi para anggota yang ingin bepergian ke Eropa, Selandia Baru, dan Asia Tenggara.  

“Meski jumlah poin yang dibutuhkan untuk membeli kursi Business Class di penerbangan domestik dan internasional akan sedikit meningkat, ini adalah peningkatan pertama dalam 15 tahun terakhir, dan selama masa tersebut, kualitas kelas tersebut telah banyak mengalami peningkatan.”  

Investasi AU$ 25 juta tersebut ditujukan untuk penyediaan lebih banyak kursi bagi anggota Frequent Flyer serta memangkas biaya terkait.

Peningkatan aktivitas dalam program ini diprediksi dapat mengompensasi biaya investasi tersebut dalam setahun pertama.   Menurut Joyce, perombakan ini akan menjadikan program loyalitas maskapai nasional Australia tersebut sebagai salah satu yang paling sukses dan menarik di dunia.  

“Pelanggan sangat senang mengumpulkan Qantas Points. Hal ini sebelumnya telah membawa kami untuk menambah jumlah mitra ritel, serta memperluas jangkauan ke industri baru seperti layanan keuangan dan asuransi, sehingga pelanggan memiliki semakin banyak kesempatan untuk memperoleh poin. Perombakan kali ini memastikan bahwa pelanggan dapat memanfaatkan poin yang telah mereka kumpulkan dengan semaksimal mungkin,“ lanjutnya.  

Sejak dimulai pada tahun 1987, program Frequent Flyer ini telah berevolusi secara signifikan.

Bermula dari 50.000 anggota yang hanya bisa memperoleh poin dari pemesanan tiket, hingga kini hampir 13 juta anggota yang bisa memperoleh poin di lebih dari 300 mitra.

Sebagian besar dari poin yang mereka peroleh tersebut mereka gunakan untuk terbang kembali bersama kami.

Setiap menit, terjadi empat penukaran poin Qantas untuk pembelian tiket pesawat, dan tercatat 60 peningkatan kelas penerbangan tiap jamnya.  

CEO Qantas Loyalty, Olivia Wirth mengatakan bahwa perombakan ini didasari oleh riset mendalam terkait kebiasaan dan perilaku anggota frequent flyers, demi menciptakan program yang berarti bagi semua anggota.  

“Ada banyak hal terkait program Qantas Frequent Flyer yang para anggota kami cintai. Namun, ada pula area yang mendapat banyak tekanan akibat ekspansi yang terlalu cepat. Pengumuman hari ini berpusat pada fokus utama kami, yakni pengalaman pelanggan," kata Wirth.  

“Meski penumpang rutin masih menjadi inti dari program ini, bertumbuhnya program dan ratusan mitra terkait juga telah membuka peluang bagi banyak anggota untuk memperoleh mayoritas poin mereka di darat,“ ujarnya.    

“Tiap anggota memiliki cara tersendiri untuk mengumpulkan dan memanfaatkan Qantas Points mereka. Kombinasi dari Points Club baru, peluncuran Lifetime Platinum sebagai jenjang paling elit, dan penambahan jumlah kursi di seluruh jaringan memastikan bahwa program ini dapat menawarkan nilai signifikan bagi setiap anggota,“ lanjutnya. (*)

Source : Polipreneur Newsroom