Jamhadi : Pameran Eastfood Mampu Tingkatkan Kinerja Perdagangan & Industri

Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi, menerima cinderamata dari CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim, usai membuka Pameran East Food Indonesia & East Pack Surabaya, Kamis (20/6/2019).


POLIPRENEUR.com - Krista Exhibitions kembali menggelar pameran Eastfood Indonesia & Eastpack Surabaya 2019. Pameran ke-11 ini diselenggarakan di Grand City Surabaya, pada 20 sampai 23 Juni 2019.

Pameran internasional di bidang industri makanan, minuman, bahan baku, teknologi & jasa layanan dalam bidang pangan dan teknologi pengemasan ini diikuti lebih dari 185 peserta, baik dari lokal maupun internasional.

Pameran berskala internasional ini dibuka oleh Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya yang juga Tim Ahli KADIN Jawa Timur, Dr. Ir Jamhadi, MBA, pada Kamis (20/6/2019).

Hadir dalam acara pembukaan ini di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia, dan Kabid Kepegawaian Inspektorat Jenderal Kemendag, Lena Irianti.

Jamhadi dan perwakilan duta besar di Indonesia

Selain itu, hadir pula Ketua APJBI Jawa Timur (Benny Santoso), Ketua Umum ARPI (Hasanuddin), Ketua Umum ICA Jawa Timur (Fahriansyah), dan sejumlah perwakilan Duta Besar yang ada di Kota Surabaya.

CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim, mengatakan, pameran industri makanan dan minuman, bahan baku, teknologi dan jasa layanan, serta teknologi pengemasan ini diikuti lebih dari 185 peserta lokal dan internasional.

Pihaknya menargetkan pameran selama 4 hari ini dikunjungi 25.000 pengunjung, lebih banyak dari jumlah pengunjung pada pameran tahun 2018 yang mencapai 20.000 orang.

“Target jumlah pengunjung kami tingkatkan, karena jumlah peserta pameran juga tambah 20 persen dari tahun lalu,” ujar Daud.

Jamhadi dalam sambutannya mengatakan, gelaran pameran skala internasional ini sangat tepat, sebagai ajang memperkenalkan usaha makanan dan minuman hingga alat-alat produksi.

“Pameran ini bisa meningkatkan kinerja perdagangan dan industri di Surabaya. Skala industri kita, 0,13% merupakan industri besar, 2,14% industri menengah, dan 97% lebih industri kecil mikro dan menengah,” ungkapnya.

Dengan demikian, cara mengelola UMKM tidak bisa seperti yang sudah-sudah, tetapi harus dilakukan oleh banyak pihak dengan dilengkapi communal branding. Dengan ini, semua pengusaha baik makanan, minuman, fashion, bisa bekerjasama dalam satu merk untuk bersama.

Menurutnya, pameran ini juga mendukung program Wali Kota Surabaya dan KADIN Surabaya, dimana Kota Surabaya sebagai Smart City, Kota kreatif versi UNESCO.

Disebutkan Chairman PT Tata Bumi Raya ini, ada 7 pokok bahasan dalam Kota Kreatif itu. Nomor 1 adalah bidang makanan dan minuman, fashion, kerajinan, penyiaran, dan lainnya.

Menurutnya pula, ada empat bidang industri yang konsisten menjadi pendorong ekonomi Jawa Timur, dan yang paling maju adalah industri makanan dan minuman.

Karena itu, pendiri Surabaya Creative City Forum (SCCF) ini yakin pameran ini akan sukses, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur khusus Surabaya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono, mengatakan, para pengusaha diharapkan mampu memanfaatkan pameran East Food Indonesia & East Pack Surabaya 2019 ini sebagai ajang branding produknya pada konsumen.

“Sebab ini akan mendatangkan industri-industri kreatif dari Indonesia Timur, dan saya yakin ini akan jadi momen yang bagus, apalagi untuk memperkenalkan produk baru serta memberikan wadah bagi konsumen untuk mencari produk baru.” tuturnya. (*)

Source : Polipreneur Newsroom