Logika Dagang

Ilustrasi


By : Faisal Adlan

Uang 1 juta untuk apa ? jawab = modal

Uang 10 juta untuk apa ? jawab = modal

Uang 100 jut untuk apa ? jawab = modal

Uang 300 juta untuk apa ? jawab = modal

Uang 500 juta untuk apa ? jawab = modal

Uang 1 miliar untuk apa ? jawab = modal

Kalau 2 miliar untuk apa ? jawab, modal juga ....

Modal disini adalah dalam artian cashflow, yang sudah bergerak.

Kok sudah sebanyak itu selalu dijawab untuk modal kerja ? kapan beli rumah ? kapan beli mobil baru ? kapan liburan ? gak kebeli-beli donk rumah ?...

1. Jangan terlalu cepat mengkonversi hasil usaha ke dalam aset-aset real. Disaat sedang merangkak dari bawah, nikmati saja terus perbanyak barang dagangan, toko dibikin cabang, tambah lagi bisnis di sektor lain. Sebenarnya kalau hanya ingin naik kendaraan mewah, Anda sewa saja Uber kemana anda ingin tuju. Tapi kalau menikmati mengolah cashflow uang, untuk dibikin bidang-bidang bisnis, itu baru asik. Dan akhirnya seorang pengangguran berubah menjadi orang yang super sibuk, mengurus berbagai macam lini bisnisnya.

2. Banyak sekali orang di luar sana yang kalau untuk urusan gadget, kendaraan, untuk niatnya biar gaya, itu nomor satu. Tapi keluar modal untuk usaha yang akan dibuatnya 10 juta saja, mikirnya bukan kepayang. Sedangkan membeli handphone seharga 10 juta saja dibela-belain kredit. Ini adalah mindset kebalik. Menurut saya, dalam logika dagang, modal dan terus memperbesar cashflow lah yang menjadi prioritas, sembari terus bertahan dan mengembangkan usaha di berbagai sektor.

3. Bisnis itu semacam punya anak. Bisnis pertama, bisnis kedua, bisnis ketiga. Jika bisnis pertama cukup untuk membiayai hidup Anda setiap bulan, atau bahkan cukup untuk membiayai hidup Anda setiap tahun, maka bisnis nomor 2 adalah untuk hal yang lainnya. Dengan begitulah banyak pedagang itu nabung secara gak sadar, karena bisnis 1, dan bisnis 2, dimana bisnis 1 untuk operasional rumah tangga, bisnis nomor 2 untuk ditabung, atau untuk membuka bisnis ke 3. Yang penting kalau bisnisnya sudah ada 5 macam, jangan untuk istri ke dua dan istri ke tiga, istri maksimal 1.

4. Jika Anda mengelola bisnis dengan baik dan sudah berjalan dengan lama, uang 200 juta bisa untuk penghasilan anda 10juta - 30 juta setiap bulannya. Ditambah lagi, Anda ditahun ke 3, uang 200 juta tersebut sudah kembali ke tangan Anda untuk dibikin kan bisnis lainnya. Disana lah orang mulai melihat Anda sibuk.

5. Inti dari bisnis adalah melayani, pelayanan, serta share, sehingga orang lain rela mengeluarkan uang untuk membayar jasa/ produk anda. Disanalah sudah sewajarnya apabila Anda lihat gedung-gedung tinggi di Sudirman Jakarta.Ya, mereka itu mempunyai services, core, organisasi, yang membuat orang memakai jasa mereka, membeli produk mereka. Kuncinya adalah jual dan beli, lalu broker, hanya 3 itu saja.

6. Kekuatan modal finansial yang tidak didukung dengan keputusan yang jernih, serta support SDM di dalamnya yang baik, dan manajemen yang baik, hanya akan merusak dan memperkecil modal, alias modal bisa menyusut. So ? Kalau Anda melihat orang yang sudah berdagang lama dan akhirnya besar, bisa jadi karena pinjaman bank, suntikan dana. Namun bisa jadi karena dia mengelola bisnis dan usahanya dengan baik, karena modal akan bertambah dengan sendirinya seiring dengan profit yang disisihkan untuk diputar ke roda gila cashflow. Percuma saja ditanam modal 1 miliar rupiah, ketika dikelola dengan buruk, bisa-bisa dibalikin, tinggal bersisa 10 juta. Namun lain hal dengan orang yang memulai dengan baik usaha di modal 10 juta, bisa jadi 3-5 tahun berjalan sudah di angka 500 juta, bahkan lebih. Karena pengelolaannya sangat baik. So, apa yang Anda pikirkan dengan usaha Anda sekarang? Membuat bola salju dari sisi cashflow adalah sangat penting dan erat kaitannya dengan pelayanan serta service.

7. Banyak orang yang sudah berpengalaman dagang, dengan uang 10 juta mereka bisa ciptakan 2 juta setiap bulan, alias dengan cashflow 100 juta pun 20 juta setiap bulan didapat, dan seterusnya. Untuk itulah, apabila Anda depositokan uang 1 miliar Anda di bank, itu hanya dapat sekitar 4 juta rupiah tiap bulan. Uang Anda tidak ada artinya didepositokan. Dari sinilah orang mulai berusaha mencari akal, mengutak-atik, cara-cara agar bisa jauh diatas angka deposito. Apakah nama cara itu ? Nama caranya, berdagang / berwiraswasta / berusaha, jadi mengusahakan yang belum ada.

8. Kesaktian-kesaktian roda usaha dan roda bisnis perusahaan perusahaan besar yang membuat lulusan S1 FG menyerah dan langsung meng-apply job ke perusahaan multinasional. Sebegitu mengerikannya idealisme dibunuh atau terbunuh, dan langsung menyerah. Ya memang begitu, realistis dan cepat, dan ingat. Itulah saktinya modal yang unlimited. Namun jika Anda berusaha / berdagang melihat kompetitor mempunyai cashflow dan modal yang kuat, jangan patah semangat. Hukum bola salju adalah modal 10 juta pun akan jadi modal 100 juta jika anda mengelola dengan benar. Tetapi sebaliknya, jika anda tanamkan 100 juta itu akan menjadi 10 juta cepat atau lambat selama pengaturan SDM, manajemen Anda buruk. Karena yang namanya gaji karyawan, sewa kantor, operasional, dan sebagainya, itu semua dibiayai dari ujung tombak perusahaan, yaitu penjualan. Kembali lagi semua itu kembali ke jual beli dan calo.

9. Sibuk melihat, menakar, mengira-ngira berapa modal saingan saya, itu akan sangat membantu saingan Anda untuk mengalahkan Anda tanpa perlu berbuat apa-apa ke Anda. Karena Anda terlalu sibuk dengan lihat-lihat tetangga, dan Anda tidak paham dengan hukum bola salju, dimana bola salju itu adalah sesuatu perjuangan keras, melawan waktu, melawan zaman, melawan semuanya, sehingga menjadi besar. Ditambah pula Anda memperlihatkan secara gamblang kelemahan mental Anda kepada kompetitor Anda. Kelemahan mental lebih mahal harganya ketimbang kelemahan Anda kekurangan modal usaha, karena mental itu ibarat bahan bakar sekelas avtur pesawat. Sementara kelemahan modal itu ibarat bahan bakar minyak tanah, perbandingannya. Toh kalau posisinya langsung dibalik ke Anda, pun bisa jadi bukan profit yang Anda dapat malah hutang yang anda dapat di akhir. Karena perbekalan amunisi terlalu cepat, tidak sebanding dengan kemampuan manajerial dan softskill Anda berkembang. (bodoh) lebih tepatnya.

10. Orang jualan koran bekas bisa naik haji, orang jualan bubur buka dari jam 6 sampai jam 12 malam, bisa nyekolahin anaknya sampai keluar negeri. Orang jualan keripik pedas, cemilan dan kudapan, sekarang usaha properti dimana-dimana. Orang jualan bawang goreng dimasukan ke dalam toples plastik, sekarang pegang supply ke hotel-hotel. Orang jualan rak kayu dan aneka display, sekarang supply ke toko-toko besar seperti Gramedia, Toyskingdom, Toyscity. Orang jualan ..... orang jualan ...... orang jualan ....... bla bla bla bla bla, semua kembali ke mengelolanya, memanage-nya, dan lihat background bagaimana segempalan tangan bola salju yang pada saat awal bisnisnya sekarang sudah menjadi sebesar meteor yang sangat besar. Kalau lah jualan kuaci tidak menguntungkan, maka Anda tidak bisa menemukan kuaci-kuaci di supermarket, mau merek cap gajah, bunga matahari, dan lainnya. So, jualan apakah Anda ?....

11. Seberapa kuat Anda ingin sama persis dengan kompetitor Anda ? memangnya Anda mesin foto kopi ? tanggal lahir, jam, tempat dibesarkan saja sudah beda, muka aja udah beda. Bagaimana bisa anda mau tumpek blek copas sama persis ? Setiap manusia punya otak, akal, fikiran, ide, kreatifitas, emosional, gagasan yang berbeda-beda. Anda cukup ambil saja garis besar di bagian paling belakangnya, apakah itu ? Cetak saja skor-skor-an uang nantinya berapa, tanpa perlu sama persis dengan kompetitor Anda. Semua ada jalan dan gaya masing-masing. Satu-satunya orang yajg bisa mengcopas persis sama seperti contohnya adalah si owner atau foundernya sendiri, bukan orang lain seperti Anda.

12. Ada tersirat 1 sukses mematikan 10 lainnya. Adapula tersirat, 1 sukses, 10 yang lainnya ikut terbawa sukses. Tentunya apabila tidak ada konflik interest yang beradu di dalamnya, pakai saja cara Anda masing-masing dalam memperbesar bola salju. Karena hukum tersirat ini, memang benar ada tapi terkecuali untuk yang punya jalan dan pintar jeli mengambil celah di antara tembok, dinding yang tebal.

13. Usaha / dagang yang hebat itu yang mampu bertahan dekade demi dekade, bukan dilihat dari apa yang sudah Anda pamerkan ke orang-orang dekat sekitar Anda dari usaha Anda. Percuma Anda pamer-pamer tetapi usaha Anda dijadikan sapi perah untuk glamour dan gaya hidup Anda. Masih adakah usaha anda di 10 tahun ke depan ?

14. Anda teriak modal kecil, gak bisa gerak, gak ada modal, gak ada modal. Yakin ketika ada modal Anda bisa seperti yang anda lihat ? Penambahan modal berarti penambahan workload, penambahan jam kerja, penambahan effort, penambahan kesibukan, penambahan pelanggan, penambahan setoran, penambahan aktifitas. Urus saja aktifitas modal Anda yang 10 jutaan itu dulu (contoh). Semua melalui tahapan, proses tangga demi tangga.

15. Jangan pernah Anda melihat gaya konglomerat / anak konglomerat / orang besar membuka bisnis, yang langsung menggelontorkan dana ratusan juta, miliaran, bahkan puluhan miliar hingga ratusan. Mereka itu sudah punya softskill, pengalaman, serta jangan lupa, itu mungkin bisnis mereka yang ke-10, dan sudah di perhitungkan oleh risk management, dan di analisis feasible studinya, serta kalau amsiong pun ada 9 pelor lagi. Buat Anda yang masih lahiran anak bisnis 1, 2 , ya anda sendiri donk yang turun tangan perhitungkan semuanya. Lagipula justru mereka itu sudah memperhitungkan menggelontorkan dana 10 miliar untuk jadi si bola salju itu 50 miliar atau lebih, makanya sampai bayar orang untuk memperhitungkan segala sesuatunya agar tidak salah. Tetap saja intinya perkembangan, pertambahan, pertumbuhan, pembesaran. Mereka punya kepentingan untuk menghitung sedetil mungkin agar tidak menyusut 1 mili meter pun ketika bola salju itu dijalankan.

16. Inti dari pengusaha, wiraswasta, pedagang, itu hampir-hampir sama, sama-sama mengusahakan yang belum ada menjadi ada. Apakah itu yang belum ada menjadi ada ? Ya gak usah basa-basi, mencla-mencle. Jelas lah cashflow, putaran uang. Di dalam roda gila permainan usaha, bisnis, dagang, aktifitas jual beli itu lah. Dulu main di awal 1 juta, sekarang bisa gak bertumbuh jadi main di 10 juta, dulu main di 10 juta, bisa gak sekarang jadi main di 100 juta. Sekarang main di 100 juta, bisa gak besok main di 500 juta ? ... Nah, kalau anda main 100 juta, Anda ambil yang menjadi hak Anda 10 juta - 20 juta, sah toh ? sahhhhhhh.... Belum ada saya dengar pengusaha itu dulu main 100 juta, sekarang dia maunya main 10 juta. Bahkan dulu main 100 juta, sekarang main 100 juta aja. Si pengusaha udah stress karena itu menyalahi hukum bola salju, dalam artian usaha nya stagnan. Kalau diawal Anda main 10 juta, di akhir malah hutang 10 juta, Anda ini sedang mengusahakan apa toh ?

17. Oh iya, hukum bola salju ini bukan masalah di modal saja lho. Menumpuk masalah, menjalankan dagang dengan tidak baik, itu pun menjadi bola salju dalam kebangkrutan, atau meninggalkan hutang. Jangan lupa sisihkan sebagian hasil untuk orang-orang disekitar dan ber-HAK. Jangan masuk ke perut sendiri melulu, nanti jadi bola api malah, makin lama makin besar. Masih percayakah anda terhadap hukum bola salju ?..

*) Owner IcalToys

Berita Terkait