Timses Geram Terhadap Viva Yoga, Disebut Ingkar Janji Terhadap Data Pemilih

Gus Nur atau Nur Cholis


POLIPRENEUR.com - Pemilihan legislatif (Pileg) telah berakhir. Namun ada segelintir masalah yang menimpa sebagian besar calon legislatif (caleg) dengan tim suksesnya (timses), termasuk caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil 10 (Gresik-Lamongan), Viva Yoga Mauladi.

Sikap kecewa dan geram terhadap anggota DPR RI, 2 periode itu diutarakan oleh Gus Nur, koordinator timses Gresik-Lamongan sekaligus pendiri Jaranan Raja Setan, Kabupaten Lamongan.

Menurut Gus Nur atau nama lengkapnya Nur Cholis, janji yang dilontarkan Viva Yoga kepada beberapa timsesnya dari tingkat koordinator dapil, koordinator kecamatan (korcam), koordinator desa (kordes), serta relawan di dapilnya, tak pernah direalisasikan.

Padahal, tim dari berbagai tingkatan sudah bekerja maksimal mengumpulkan data pemilih berdasarkan by name by addres, dan menyosialisasikan program Viva Yoga selama berbulan-bulan.

"Saya tidak usah dikasih imbalan apapun. Tapi saya minta, hak operasional dari data yang sudah dikumpulkan timses tolong diselesaikan," ungkap Gus Nur dengan nada kecewa.

Lanjut Gus Nur, dari sore hingga malam sebelum pileg atau Selasa, 16 April 2019, dirinya bersama timses lain mendatangi rumah Viva Yoga. Namun, si empunya tidak berada di kediamannya.

"Dia tampaknya sudah tahu tentang dampak seperti ini, lantas bagaimana ukuran etika dan moralnya. Hanya staf keuangannya yang dibenturkan ke kami. Mau dipilih, tapi merusak dirinya sendiri dan nama partai yang jadi kendaraanya. Jadi jangan menyalahkan ke kami karena itu pilihan dia," ujar Gus Nur melalui pesan pendek yang diterima Polipreneur.com.

Terkait timses dan relawan yang jadi korban janji Viva Yoga, Gus Nur mengimbau agar para kyai dan Gus harus netral, dan jangan mau ditunggangi para caleg yang punya kepentingan busuk di partai ataupun legislatif.

"Kalau bisa melakukan pengawasan ketat agar tidak terjerumus dan bertanggung jawab. Semua bisa dicegah dimulai di level keluarga. Kami ini bukan pengemis yang mengharap belas kasihan, apalagi bisa merekrut 15 ribu orang diganti Rp 15 jutaan. Juga merekrut 10 ribu orang diganti Rp 10 jutaan. Rekrutmen 500 orang diganti uang bensin Rp 500 ribu. Sampai relawan yang kebanyakan pemuka agama dan ibu-ibu sampai menangis, takut pulang ke rumah karena takut ditagih massa," tutur Gus Nur.

Lebih lanjut Gus Nur menerangkan, saat dirinya dan beberapa timses melakukan elisitasi dengan Anas selaku kader PAN, disebutkan bahwa rencananya pada Selasa akan ada pertemuan dengan Viva Yoga.

Tapi bukan untuk protes karena tidak dapat bagian dana, melainkan untuk membahas pemenangan Viva Yoga Mauladi.

"Memang benar, apabila dana tidak tersalurkan menunggu sampai pukul 21.00 WIB, maka tim pendukung akan memprotes keras. Tetapi tetap diantisipasi terjadinya keributan oleh timses Viva Yoga Mauladi," kata Gus Nur. (*)

Source : Polipreneur Newsroom