Di Muscab HIPMI,KADIN Surabaya Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Dalam Bisnis

Dr Ir Jamhadi, MBA, saat memaparkan tentang pentingnya kolaborasi.


POLIPRENEUR.com - Pentingnya kolaborasi dalam berbisnis ditekankan Dr Ir Jamhadi, MBA, selaku Ketua Kamar Dagang Dan Industri melalui sambutannya dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Surabaya, yang digelar di hall KADIN Jawa Timur, Minggu (7/4/2019).

Dihadapan pengurus BPC HIPMI Kota Surabaya, Ketua Umum HIPMI Jawa Timur beserta anggotanya, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kasrem Kodim, serta sejumlah tamu undangan lainnya, Jamhadi menyebutkan bahwa selama 4 tahun terakhir ini, capaian ekonomi Surabaya berkembang pesat karena kolaborasi ABCG, meliputi akademisi, bisnis, community, dan government (Pemerintah).

Dan tak kalah penting juga ialah faktor keamanan yang kondusif sehingga dunia usaha berjalan baik. Hal itu mendorong meningkatnya jumlah entrepeneur.

"Jumlah entrepeneur kita sudah 3 8%, ini capaian luar biasa. Pada 4 tahun sebelumnya jumlahnya 1,4%. Kolaborasi menjadikan apa yang berkembang bisa tercapai, baik HIPMI dengan Pemerintah atau legislatif," ujar Jamhadi, yang tercatat juga sebagai Tim Ahli KADIN Jawa Timur.

Jamhadi juga menekankan agar Ketua HIPMI Surabaya yang terpilih dalam Muscab ini untuk tidak segan berkolaborasi dengan legislatif dalam menginisiasi peraturan daerah (perda) yang pro terhadap dunia bisnis.

"Dan konsep inisiasi dari HIPMI itu bisa diajukan ke Dewan dan Wali Kota, sehingga disana jadi pokok bahasan yang menarik. Misal, Pemkot Surabaya dan KADIN beserta stakeholder lain sudah merancang bagaimana Kota Surabaya menjadi world class. Dan HIPMI bisa ambil bagian dalam mewujudkn Surabaya sebagai world class city," jelas Jamhadi.

Pentingnya kolaborasi yang perlu ditingkatkan lagi ialah terkait kerjasama produsen, dengan melahirkan produk community branding. Jamhadi mencontohkan, produsen kerajinan batik.

Dari situ, HIPMI bisa memberdayakan pengrajin batik dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Misal batik HIPMI, atau brand lain.

Jika kolaborasi dalam tingkatan UMKM dengan community branding di jalankan bisa jadi ledakan besar trigger economy di seluruh pelosok negeri. Maka kolaborasi merupakan bagian penting, antara HIPMI, KADIN, Pemerintah, dan lainnya.

Selain kolaborasi, yang perlu diketahui lagi ialah potensi bisnis di Surabaya, antara lain 52% PDRB berasal dari sektor jasa dan perdagangan. Dari tahun ke tahun, sektor jasa dan perdagangan berkembang dengan baik.

"Ini menunjukkan Kota Surabaya punya spesifik tren dalam bisnisnya. Jasa meliputi bidang infrastuktur, hunian hotel yang mencapai 251 hotel berbintang dan 42.000 kamar. Itu sudah peluang dan HIPMI Surabaya bisa supplai kebutuhan untuk hotel," papar Jamhadi, CEO PT Tata Bumi Raya.

Peluang jasa lain ialah di sektor logistik. Menurut Jamhadi, di Kota Suranaya untuk logistik pergudangan tidak boleh di tengah kota. Artinya, kalau kebijakan itu diterapkan penuh, sektor logistik jadi peluang.

Dan lagi soal transformasi bisnis anak muda yang tak mau jadi pegawai tapi bisnis owner.

"Transformasi bisnis sudah terjadi,banyak bos-bos baru pelaku usaha online, sehingga semula toko sekarang market berbagi bisnis online. Shopping mal sepi bukan tidak laku tapi mereka juga menjalankan bisnis online. Dari sini, peluang menyiapkan warehouse harus ditingkatkan," jelas Jamhadi dalam sambutannya.

Pentingnya kolaborasi itu disampaikan juga Ketua Umum HIPMI Jawa Timur,.Mufti Anam.

"Pentingnya berjejaring bagi pengusaha di tengah dinamika politik yang dinamis ini. Meski demikian kondisi ekonomi masih kondusif," ujar Mufti. (*)

Penulis : Junaidi