GMDM Gresik dan Misi Pencegahan Narkoba Usai Rakernas di Jakarta

Rakernas GMDM di Jakarta


POLIPRENEUR.com - Kabupaten Gresik sebagai pusat industri di Jawa Timur kian berkembang dengan pesat. Bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga gaya hidup masyarakatnya. Tetapi ada yang perlu jadi perhatian secara serius dari perkembangannya itu, yakni peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Tidak ada yang menjamin di lingkup pendidikan, pekerjaan, maupun Pemerintahan bisa bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Karena peredaran narkoba kian masif, bahkan jaringannya pun semakin terstruktur dengan target pasar yang sudah mengarah ke kalangan millenial, seperti yang disampaikan Irjen (Pol) Arman Depari selaku Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) di rapat kerja nasional (rakernas) Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) di Jakarta yang berlangsung mulai 4 hingga 6 April 2019.

"Bagi mereka yang berusia 15 sampai 35 tahun rentan. Karena itu menjadi salah satu fokus kami. Kalau dilihat dari angka statistik bahwa 40 persen penduduk Indonesia itu adalah generasi muda yang potensial (target.pasar narkoba)," kata Arman Depari di sela Rakernas GMDM di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Jumat (5/4/2019).

Rakernas GMDM itu dihadiri oleh pengurus GMDM Gresik, diantaranya Leonard Domingo (Dewan Penasehat DPK GMDM Gresik) dan Hariyono (Ketua). Juga ada pengurus GMDM Jawa Timur, meliputi Agus Triwiyono (Ketua), Siswanto (Sekretaris), dan Suparmin (Anggota), serta sejumlah pengurus DPD dan DPW/K lainnya dari seluruh Indonesia.

Usia rakernas di Jakarta itu, Ketua GMDM Gresik, Hariyono akan segera mengekskusi target dan rencana yang telah ditetapkan pengurus, yakni penguatan struktur pengurus hingga ke tingkat desa, membentuk kader di lingkup pelajar, hingga pendirian desa anti narkoba.

"Sesuai instruksi dari hasil rakernas GMDM, kami dari pengurus Gresik akan secepatnya melaksanakan rencana kerja dan target," ujar Hariyono.

Hal lain yang menjadi fokus GMDM Gresik ialah memperkuat sinergi dengan instansi pemerintahan maupun negara. Baik dengan Pemkab Gresik, organisasi perangkat daerah (OPD), Kepolisian, BNNK Gresik, Kejaksaan, dan TNI.

"Sinergi itu sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomor 06 tahun 2018, yang mana harus dilaksanakan sesuai prosedur," tambah Hariyono.

Hariyono juga menyambut baik tentang rencana perubahan kartu tanda anggota (KTA) GMDM yang akan dipasang chip dan barcode, supaya tidak ada penyalahgunaan sesuai fungsi dan wewenang dari KTA tersebut.

"Kami dari jajaran pengurus DPK Bakornas GMDM Gresik siap melaksanakan dan menerima segala sesuatu yang sudah ditandatangani sesuai isi fakta integritas dari DPP Bakornas GMDM. Dan semoga kedepanya kinerja kami bisa bergerak cepat sesuai AD/ART BAKORNAS GMDM. Siap membawa Gresik lebih bersinar (bersih narkoba)," katanya. (*)

Source : Polipreneur Newsroom