Sudah Terbentuk di 10 Wilayah, GMDM Jawa Timur Mulai Menyasar ke Tapal Kuda

Ki-ka : Prof. Suryo Atmanto, Sumrambah, Vernado S, Irjen Pol Arman Depari, Agus Triwiyono.


POLIPRENEUR.com - Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah Dan Mengobati (Bakornas GMDM) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur telah membentuk kepengurusan wilayah di 10 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kini, GMDM DPD Jawa Timur mulai menyasar pembentukan wilayah GMDM di Tapal Kuda, yang terdiri dari Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Situbondo,

"Kami sedang seleksi calon pengurus di wilayah Tapal Kuda, meliputi rekam jejak pengurus tersebut, integritasnya di masyarakat, merokok atau tidak, bahkan menelusuri jika dia bukan pengguna atau pengedar. Dan juga punya tekad untuk membesarkan organisasi," ujar Ketua GMDM DPD Jawa Timur, Agus Triwiyono.

Sekarang ini, pengurus wilayah di Jawa Timur yang sudah terbentuk dan dilantik meliputi Kabupaten Madiun, Malang Raya, Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jombang, dan Kapulauan Madura.

Untuk 5 wilayah dilantik pada Jumat kemarin, 8 Februari 2019 di Pendopo Kabupaten Jombang.

Pengurus GMDM dari 2 wilayah yang dilantik di Pendopo Jombang

Pelantikan dilakukan oleh Vernando Sihombing (Sekjen DPP GMDM) mewakili Ketua Umum DPP GMDM, dan Irjen Pol Arman Depari (Dewan Pembina GMDM sekaligus Deputi Bidang Pemberantasan BNN), Agus Triwiyono (Ketua GMDM DPD Jawa Timur) didampingi Siswanto (Sekretaris GMDM DPD Jawa Timur).

Pelantikan 5 wilayah itu meliputi Jombang, Gresik, Sidoarjo, Malang Raya, Kabupaten Madiun. Hadir menyaksikan pelantikan ialah Sumrambah (Wakil Bupati Jombang), Prof Suryo Atmanto (Ketua Umum Sinergi Nawacita Indonesia), Kepala Kejari Jombang, Dandim Jombang, Koramil Jombang, camat se Kabupaten Jombang, pejabat Jombang, serta sejumlah anggota, relawan, dan pengurus GMDM.

Bakornas GMDM Jawa Timur, kata Agus, akan terus intens untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi terhadap dampak bahaya penyalahgunaan narkoba, yang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik yang menyerang saraf, tapi juga merusak ekonomi dan bermasyarakat.

Tidak hanya itu, GMDM Jawa Timur bersama Pemerintah dan mitra berjuang terus untuk mengurangi aksi premanisme, seks bebas, ketertinggalan pendidikan, dan HIV-AIDS.

"Semua harus bergandengan tangan untuk melakukan itu," tegas Agus. (*)

Penulis : Arif Yulianto