PKL Desa Sumengko Tak Terima Lapaknya Mau Digusur

Sosialisasi penertiban PKL Desa Sumengko di Balai Desa Sumengko


POLIPRENEUR.com - Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, mulai resah.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gresik bersama Satpol Polisi Pamong Praja (PP) bersiap menggusur lapak mereka. Ketegasan Dinas PU dan Satpol PP untuk melakukan penggusuran mulai disosialisasikan di Balai Desa Sumengko pada Rabu, 6 Februari 2019.

Hadir dalam sosialisasi itu, antara lain perwakilan PKL, Forkompika Wringinanom, Satpol PP, dan Dinas PU Gresik. Dalam pertemuan itu, tidak tampak Kepala Desa Sumengko, Poniman.

Sosialisasi sempat memanas, dikarenakan alasan yang disampaikan Gunawan Setiaji selaku Kepala Dinas PU dinilai pedagang tebang pilih.

Meski demikian, Gunawan tetap bersikukuh akan menggusur lapak pedagang jika masih berjualan di sepanjang Jalan Desa Sumengko.

Menurut Gunawan, pedagang memiliki hak untuk mempertahankan pendapatnya. Akan tetapi kalau itu sudah menjadi kebijakan pemerintah daerah, mereka harus mengikuti aturan.

Tetapi, pedagang tetap tak terima. Mereka mengadu ke Front Pembela Suara Rakyat (FPSR). Ketua LSM FPSR, Aris Gunawan berpendapat, apabila nanti pihak Dinas PU ngotot melakukan penggusuran terhadap masyarakat kecil, maka atas Lembaga Swadaya Masyarakat FPSR akan melakukan pendampingan proses hukum.

"Dan kami menduga ada indikasi kepentingan pribadi pemilik lahan, sehingga mau menggusur sebanyak 8 warung yang ada di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom. Ada kepentingan apa pihak Dinas PU ngotot menggusur pedagang di Desa Sumengko, yang bukan wilayah langganan banjir," kata Aris usai melakukan pendampingan warga dalam forum tersebut.

Masih kata Aris Gunawan, dia tak habis pikir kenapa penggusuran ini hanya terjadi di Desa Sumengko. Padahal, banyaj bangunan liar yang perlu ditertibkan karena menghambat saluran air.

"Kok tidak yang didahulukan di Driyorejo, padahal di wilayah Kecamatan Driyorejo sering banjir. Coba itu lihat bangunan perusahaan yang ada di atas saluran sungai avour (tengah). Apa pihak Dinas PU Gresik maupun Provinsi berani menertibkan/pembongkaran," tegas Aris gunawan saat menyampaikan argumentasi mendampingi warga pemilik warung tersebut. (*)

Penulis : Junaidi