NGOPI Netizen, Jamhadi Cerita Sukses Berbisnis dari Tiada Menjadi Ada

Jamhadi bersama Netizen dan sejumlah komunitas.


POLIPRENEUR.com - Sukses bisnis dari minus menjadi tema dalam acara NGOPI (Ngobrol Pintar) Netizen bersama Dr Ir Jamhadi, MBA, yang diselenggarakan di Waroeng Aceh Kemang, Jalan Jemursari 11 A, Kota Surabaya pada Sabtu malam, 31 Agustus 2019.

Jamhadi merupakan Direktur KADIN Institute Jawa Timur sekaligus Tim Ahli KADIN Jawa Timur.

Acara yang dihadiri berbagai komunitas UKM serta kalangan millenial ini banyak membahas tentang awal mula Jamhadi masuk ke dunia bisnis, dari tiada menjadi ada bukan ada lalu dikelola.

Sebelum sukses seperti ini, Jamhadi terkenal anak "ndeso". Ayahnya ialah perajin besi yang membuat sendok, mangkok, dan perlengkapan rumahtangga lainnya untuk dijual di pasar. Sedangkan ibunya pedagang sayur keliling di wilayah Mojokerto.

Kehidupan dengan ekonomi pas-pasan itulah yang menjadi motivasi Jamhadi untuk mengorbankan kesenangan masa remajanya dengan bekerja keras. Jamhadi cukup merasakan bagaimana hidup dengan ekonomi tiada.

Jamhadi masih ingat betul, saat kecil, dia ditempa dalam situasi kehidupan ekonomi minus tapi spirit keluarga yang tinggi membuat Jamhadi terbentuk jiwa entrepreneurnya serta spritualnya.

Dia juga mengenang, bagaimana membangun jalan di desanya, membangun masjid dan memperhatian anak yatim yang telah mewarnai kehidupannya. Dia pantang menyerah dan ingin membuktikan bahwa dia mampu merubah keadaan ekonomi keluarganya.

Sikap pantang menyerah itu dibuktikan salah satunya saat masuk kuliah di Institute Adhi Tama Surabaya (ITATS), Jamhadi bukan fokus untuk kuliah saja, melainkan menopang hidupnya di dalam kerasnya kehidupan Kota Surabaya dengan bekerja.

Dari pagi sampai sore, Jamhadi kuliah. Sore hingga malam untuk bekerja. Ketiadaanlah yang menempa hidup Jamhadi. Pelan-pelan, mental "petarungnya" terbentuk.

Tidak gampang menyerah, ulet, dan menghadapi segala apapun hambatan dari perjuangannya. Terbukti, Jamhadi sekarang sukses memimpin PT Tata Bumi Raya, dari perusahaan minus menjadi perusahaan yang bertumbuh.

Klien PT Tata Bumi Raya tersebar di berbagai kota kabupaten di Indonesia. Terbaru, PT Tata Bumi Raya membangun apartemen di Yogyakarta. Selain itu, PT Tata Bumi Raya juga memiliki sejumlah hotel di Jakarta, Pasuruan, dan villa bertingkat Pravara di Kota Batu, Jawa Timur.

Bagi Jamhadi, sukses yang diraihnya bukan "simsalabim", melainkan berasal dari tekad dan perjuangan. Tidak hanya dirinya saja, melainkan dukungan dari segenap keluarga besar PT Tata Bumi Raya, dan tentunya tak lepas dari doa keluarganya.

Bukan hanya PT Tata Bumi Raya, Jamhadi juga memberi peluang kepada start up dan orang lain untuk bertumbuh melalui investasi. Dia terdaftar sebagai komisaris di beberapa perusahaan rintisan yang dibiayainya.

Jamhadi juga sebagai Komisaris Utama PT Surya Bangun Indah, yakni perusahaan developer yang memiliki unit di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk perumahan ready unit Taman Laguna Residence di Banyuwangi, Jawa Timur.

Jamhadi tidak hanya sukses di bisnis saja, di organisasi dia juga disebut sukses. Baru saja, tepatnya 14 Agustus 2019, Jamhadi melepas jabatannya sebagai Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya yang dipimpinnya selama 2 periode. Selepas dari KADIN Surabaya, Jamhadi ditunjuk oleh La Nyalla Mahmud Mattalitti (Ketum KADIN Jawa Timur) menjadi Direktur KADIN Institute.

Jamhadi juga terdaftar sebagai Dewan Pembina Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jawa Timur, Dewan Pendiri Surabaya Creative City Forum (SCCF) bersama Samsul Hadi (Direktur Utama Peac Bromo), Ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Untag 45 Surabaya, serta sejumlah organisasi lainnya.

Melalui NGOPI Netizen, Jamhadi menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan besar untuk sukses.

"Untuk bisa sukses tidak bisa sendiri, harus berkolaborasi yang saya sebut quatro helix, yakni Akademisi, Pebisnis, Komunitas, dan Pemerintah," ujar Jamhadi.

Acara Ngopi Netizen dimoderatori oleh Widya Agustina, serta dihadiri oleh Karang Taruna Surabaya, Sandy Wahyudi dari DSW, pegiat Surabaya Digital City, dan lain-lain. (*)

Source : Polipreneur Newsroom