Seminar Nasional Surat Ijo di UBAYA Ikut Serta Pecahkan Problem Surat Ijo

Beberapa narasumber Seminar Surat Ijo di Ubaya


POLIPRENEUR.com - Laboratorium Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) menyelenggarakan Seminar Nasional Surat Ijo : Antara Harapan Dan Janji dengan tema "Kesenjangan Regulasi pertanahan antara Perda Pemkot Surabaya dan UUPA" di Gedung F Lantai 6 Ubaya, Kota Surabaya, Kamis 15 Agustus 2019.

Ketua Laboratorium Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Ubaya, Taufik Iman Santoso mengatakan, dari sisi akademis, pihaknya menemukan tanah dengan surat ijo ialah aset negara yang asalnya dari eigendom.

Tapi juga perolehannya sebagian berasal dari Pemkot Surabaya. Dari jumlahnya, Taufik menjelaskan, di Surabaya ada 4000 persil Surat Ijo atau 400 ribu penduduk Surabaya yang menempati Surat Ijo. Itu sifatnya dianggap sewa ke Pemkot Surabaya.

"Tanah sewa ada di zaman Belanda, yang disewakan ke rakyat. Sejak tahun 1960-an, tanah Belanda sudah jadi tanah negara. Kalau tanah negara, penghuni bisa mengurus sertifikat. Namun pak Narto (Wali Kota Surabaya periode 1994-2002, Soenarto) kirim surat ke BPN agar tanah Belanda di Surabaya tidak dijadikan sertifikat," jelas Taufik.

Ironisnya, Taufik mengemukakan bahwa Pemkot Surabaya pernah melaporkan bahwa 70% Surat Ijo milik orang kaya.

"Dan kami dituduh dibiayai orang kaya. Padahal, dari akademis apa yang kami temukan disampaikan ke publik dengan biaya sendiri," lanjut Taufik.

Dalam seminar itu, hadir sebagai narasumber ialah Zainuddin Amali (Ketua Komisi 2 DPR RI), Jamhadi (Tim Ahli KADIN Jawa Timur), Sudiman Sidobuke (Dosen Fakultas Hukum Ubaya), Sukaryanto (Dosen Unair). (*)

Source : Polipreneur Newsroom