Pengusaha Aksesoris Mobil Meramaikan Bursa Calon Kades Jasem

Arief (kiri) bersama penulis Polipreneur.com


POLIPRENEUR.com - Masih belum tuntasnya pengangguran di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, menggugah Arief untuk menemukan solusinya. Seabrek program sudah disiapkannya.

Tapi, program saja belum cukup tanpa dukungan kebijakan. Karena itu, pengusaha aksesoris mobil ini ingin membenahi Desa Jasem dari sisi sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, dan segala aspek di dalamnya melalui kebijakan sebagai seorang kepala desa (Kades).

Karena itu, melalui perhelatan pemilihan Kepala Desa Jasem pada Oktober 2019 mendatang, Arief sebagai salah satu calon Kades Jasem akan berbuat terbaik untuk Desa Jasem jika diberi amanah oleh masyarakat Desa Jasem.

"Saya siap mengabdi memajukan desa dan memberdayakan masyarakat serta menambah lapangan kerja kepada pemuda di Jasem yang saat ini kesulitan mendapat pekerjaan," kata Arief.

Tekad Arief itu bukan sekadar pernyataan saja. Kondisi Desa Jasem yang sudah baik akan lebih disempurnakan lagi dengan program yang telah dirancangnya.

Beberapa diantara permasalahan desa yang saat ini ialah pengangguran. Terkait dengan itu, Arief jika terpilih jadi Kades Jasem akan membuat program neraca tenaga kerja di desanya.

Terlebih dahulu, dia akan mendapat jumlah pengangguran di Desa Jasem berdasarkan usia, pendidikan, dan keahlian.

Dari data pengangguran itu, Arief akan menyalurkannya ke industri terdekat sesuai dengan keahlian dan kriteria yang dibutuhkan perusahaan. Jika tidak punya keahlian, Arief akan mendata minat masyarakatnya, sehingga secara periodik akan diberikan pelatihan kompetensi keahlian sesuai minat bakatnya.

"Jika mereka tak mau bekerja di perusahaan dan mau berwirausaha, saya juga sudah menyiapkan pelatihan entrepeneur dan pemberdayaan UMKM. Upaya itu bisa efektif karena bisa tepat sasaran," ujar Arief.

Hal lain yang jadi prioritas Arief ialah dana desa (DD) dan anggaran dana desa (ADD). Dalam menggodok realisasi penyerapan AD dan ADD itu, Arief tidak hanya melibatkan Badan Permusyawaratan Desa dan perangkat desa saja, tetapi juga melibatkan masyarakat.

"Karena masyarakat yang lebih paham tentang kondisi desanya. Makanya, akan ada urun rembug sebelum merealisasikan DD dan ADD untuk pembangunan sesuai dengan regulasi yang ada," kata Arief.

Lalu bagaimana cara Arief agar bisa terpilih dalam Pilkades Jasem nanti?

Arief menyatakan sudah membentuk tim pemenangan di tingkat dusun. Pembentukan sudah 700% lebih, dan kurang 3 dusun. Dia bersama tim suksesnya juga menyosialisasikan visi misi ke masyarakat, sebelum penyampaian secara resmi di Balai Desa Jasem pada September 2019.

"Saya akan berbuat untuk kemaslahatan desa," ungkap Arief, yang akan bersaing dengan 4 kandidat lainnya di Pilkades Jasem. (*)

Penulis : Arif Yulianto

Berita Terkait