KADIN Surabaya Menggelar Mukota ke-VI

Sejumlah undangan yang hadir di Mukota ke-VI KADIN Surabaya


POLIPRENEUR.com - Musyarawah Kota (Mukota) Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya ke-VI telah usai dilaksanakan di Shangri La Hotel Surabaya, Rabu 14 Agustus 2019. Agenda Mukota KADIN Surabaya ialah menyusun program kerja dan pemilihan Ketua KADIN Surabaya periode 2019-2024. Tema yang diangkat dalam Mukota KADIN Surabaya yaitu "Mendorong Pengembangan Sumber Daya Usaha Yang Kreatif Dan Inovatif Dalam Menghadapi Industrialisasi 4.0". 

Dr Ir Jamhadi, MBA,  sebagai Ketua KADIN Surabaya melalui sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pengurus KADIN Surabaya, panitia Mukota KADIN Surabaya, Steering Commite (SC) dan Organizing Commite (OC) yang sudah bekerja dengan keras, serta para sponsor yang mendukung, sehingga acara terlaksana dengan baik.

Tak lupa, Jamhadi yang juga Direktur Utama (Dirut) PT Tata Bumi Raya ini menyampaikan juga bahwa selama 2 periode kepemimpinannya, kurang lebih 10 tahun bersama-sama dalam mewarnai dunia usaha di Surabaya.

"Dan saya ditugasi Pak La Nyalla (Ketum KADIN Jawa Timur) sebagai Tim Ahli KADIN Jawa Timur, bersyukur juga bisa sedikit banyak mewarnai Jawa Timur. Kita selama ini menghadapi banyak tantangan, tapi berkat kekompakan, tantangan itu bisa dihadapi bersama semua pihak yang telah memberi dukungan, belakangan yang kita sebut quatrohelix, yang unsurnya ABCG. Yakni akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah," ujar Jamhadi.

Dijelaskan Jamhadi, dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri dan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD ART) KADIN, amanatkan bahwa KADIN harus melaksanakan Mukota, termasuk di dalamnya pemilihan Ketua KADIN Surabaya periode 2019-2024.

Sebelum pemilihan ketua KADIN yang baru, tentunya ada beberapa capaian kepengurusan sebelumnya yang wajib dilaporkan. Capaian itu, tentunya masih perlu dilengkapi oleh kepengurusan selanjutnya. Beberapa capaian selama 10 tahun kepemimpinan KADIN Surabaya di bawah kepeminpinan Jamhadi, antara lain menjalankan Klinik Bisnis.

"Klinik Bisnis membantu masyarakat yang tadinya tidak mengerti usaha jadi ngerti, yang tadinnya usahanya mikro bisa jadi kecil, dari kecil bisa jadi menengah. Dan insha Alloh jadi besar. Ini bagian pengabdian dari KADIN," kata Jamhadi.

Capaian berikutnya ialah berkesempatan menginisiasi Raperda (rancangan peraturan daerah) di Surabaya. KADIN membuat rekomendasi dan disampaikan ke Wali Kota maupun DPRD.

"Karena menurut UU Otonomi Daerah, KADIN diberi ruang, yaitu menginisiasi raperda. Salah satunya ialah inisiasi raperda kemudahan usaha bagi investor yang ingin menanamkan modal usaha di Surabaya. Lalu Raperda Ekonomi Kreatif. Itu penting kita dorong karena itu merupakan mesin pertumbuhan ekonomi," jelas Jamhadi.

Capaian lainnya, kata Jamhadi, KADIN bersama Bank Indonesia (BI) menjadi bagian TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) untuk menekan angka inflasi, serta bersama BI merumuskan ekonomi pesantren yang ada di Jawa Timur.

"Kita juga melakukan kegiatan sosial, dan tiap tahun menyelenggarakan mudik Lebaran gratis bagi ribuan pekerja di Surabaya. Dalam menumbuhkan ekonomi kreatif, kami bersama Pak Samsul Hadi (Dirut Peac Bromo) juga mendirikan SCCF (Surabaya Creative City Forum). Ini embrio yang bisa diterapkan oleh kabupaten kota di Jatim. SCCF berbuat termasuk inisiasi ekonomi kreatif,UMKM Naik Kelas, dan lainnya," kata Jamhadi.

Untuk kepengurusan KADIN Surabaya periode berikutnya, Jamhadi berharap untuk bisa menjaga dan meningkatkan kerjasama yang terjalin, baik itu Sister KADIN di dalam negeri maupun Sister Chamber of Commerce di tingkat global. Terpenting lagi, mensukseskan dan mendampingi Pemerintah khususnya di bidang TTI (trade, tourism, investment).

"Ada tuntutan berdagang, investasi, dan wisata. Itu harus perhatikan PPP, yakni planet, people, dan profit," jelas Jamhadi, yang santer diberitakan jadi Calon Ketua Umum KADIN Jawa Timur melanjutkan kesuksesan La Nyalla.

Jamhadi saat sambutan di Mukota

Wakil Ketua Umum KADIN Jawa Timur, Adek Dwi Putranto dalam kesempatan yang sama melalui sambutanya mengatakan bahwa era ke depan tantangan yang dihadapi pengusaha tidak hanya sumber daya usaha, tapi juga sumber daya manusia.

Karena itu, peran KADIN dibutuhkan untuk menyelaraskan antara kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan yang dibutuhkan dunia usaha.

Adek juga mengimbau kepada Ketua KADIN Surabaya yang terpilih bisa menempatkan pengurus sesuai dengan kemampuan di bidangnya masing-masing.

"Saat memilih pengurus, harus ditempati orang yang kempeten di bidangnya. Tidak sekadar memasukkan, karen industri 4.0 bekerja dengan gerakan yang luar biasa," imbau Adek.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, M Taswin mengatakan, sudah lama Pemkot Surabaya dalam mengembangkan dunia usaha bermitra dengan KADIN.

"Dan KADIN sangat membantu perekonomian Kota Surabaya, baik perdagangan dan jasa," jelas M Taswin.

Dalam Mukota KADIN Surabaya ke-VI ini, hadir pula Difi Johansyah (Kepala Bank Indonesia KPw Jawa Timur), Deddy Suhajadi (Wakil Ketua Bidang Organisasi KADIN Jawa Timur), Mohammad Rizal (Wakil Ketua Bidang UMKM KADIN Jatim), perwakilan perbankan, dan lain-lain.

Perusahaan yang jadi sponsor diantaranya PT Tata Bumi Raya, Automaras, Amerta, PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api), Bank Mandiri, BNI, BMW, PT Sinar Galaxy, PT Terminal Petikemas (TPS), dan lainnya. (*)

Source : Polipreneur Newsroom