Peluang Bisnis di Jawa Timur Ditawarkan KADIN ke Dubes Belarus

Pengurus KADIN Jawa Timur dan Dubes Belarus untuk RI beserta rombongan


POLIPRENEUR.com – Duta Besar (Dubes) Republik Belarus untuk Republik Indonesia, H E Mr Valery Kolesnik didampingi Konsul Kehormatan Belarus di Surabaya, Darmawan Utomo, mendatangi kantor Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Jawa Timur pada Senin, 12 Agustus 2019. Mereka ditemui oleh sejumlah pengurus KADIN Jawa Timur.

Beberapa diantara pengurus KADIN Jawa Timur yang hadir antala lain Deddy Suhajadi (Wakil Ketua Bidang Organisasi & Kelembagaan), Haries Purwoko (Wakil Ketua Bidang Industri Kreatif), Johan Suryadharma (Wakil Ketua), Jamhadi (Tim Ahli), Adek Dwi Putranto (Wakil Ketua Umum), Tritan Saputra (Pengurus), dan sejumlah pengurus KADIN Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Adek Dwi Putranto menyampaikan terima kasih atas kehadiran Dubes Belarus untuk Indonesia beserta rombongan di KADIN Jawa Timur. Dia berharap, dari pertemuan ada tindaklanjut untuk mengarah ke kerjasama yang lebih intens.

Selanjutnya, tentang kondisi perdagangan, wisata, dan investasi di Jawa Timur dipaparkan oleh Jamhadi. Menurut paparan CEO PT Tata Bumi Raya ini, bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2019 sebesar 5,51%. Sebelumnya di tahun 2018 tumbuh sebesar 5,50%.

Untuk Gross domestic product (GDP) Jawa Timur selama triwulan I 2019 sebesar Rp 561,55 triliun yang dikontribusi oleh sektor industri sebesar 30,42%, sektor perdagangan 18,25%, pertanian 11,78%, dan sektor lainnya sebesar 39,55%.

Jamhadi kembali memaparkan, bahwa komoditi ekspor dari Jawa Timur ke Belarus sampai Juni 2019 antara lain kendaraan dan bagiannya (USD 63.942), perangkat musik (USD 32.655), mesin/peralatan listrik (USD 1.782), barang-barag dari kulit (USD 1.306), dan perangkat lunak (USD 413).

Jawa Timur impor komoditi dari Belarus antara lain pupuk (USD 62.458.344), senjata amunisi (USD 716.920), jangat dan kulit mentah (USD 84.974), dan hasil penggilingan (USD 9.639).

“Kami berharap, Belarus bisa mendirikan assembling di Jawa Timur, karena di Belarus produsen kendaraan berat. Industri assembling untuk kendaraan berat ini untuk mengkover pasar Asia,” harap Jamhadi melalui paparannya.

Dikutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, pada tahun 2015, nilai ekspor ke Jawa Timur sebesar USD 3.875.129 dengan volume 380.144 kg. Pada tahun 2016, nial ekspor Jawa Timur ke Belarus sebesar USD 2.885.534 dengan berat volume 692.589 kg. Kemudian pada tahun 2017, nilai ekspor menjadi USD 3.519.688 dengan volume 221.147 kg. Dan pada tahun 2018 nilai ekspor Jawa Timur ke Belarus sebesar USD  3.762.949 dengan volume 147.029 kg.

Sebaliknya, impor Jawa Timur dari Belarus pada tahun 2015 tercatat USD 210.918.949 dengan volume 653.048.944 kg. Tahun berikutnya, yakni pada tahun 2016 sebesar USD 163.661.531 dengan volume 523.937.679 kg. Lalu pada tahun 2017 sebesar USD 201.788.113 dengan volume 663.481.950 kg. Tahun 2018 nilai impor Jawa Timur sebesar USD 217.569.683 dari volume sebanyak 740.028.156 kg.

Adapun jumlah kunjungan wisata mancanegara (wisman) dari Belarus yang lewat Bandara Juanda sampai Juni 2019 ini hanya 6 wisman. Sebelumnya di tahun 2018 sebanyak 44 wisman. Dan pada tahu 2017 cuma 15 wisman.

Paparan selanjutnya disampaikan Dubes Republik Belarus untuk Republik Indonesia, H E Mr Valery Kolesnik. Mr Valery Kolesnik menyampaikan bahwa kesempatan bisnis dan perdagangan antara Jawa Timur dengan Belarus bisa dalam hal pengadaan alat berat untuk pertanian dan perkebunan seta pertambangan.

Belarus merupakan Negara dengan 9 juta penduduk ialah produsen dump truck,ban, mesin, dan lainnya. Peluang yang bisa dipasok Jawa Timur ke Belarus ialah ikan atau seafood product, buah, teh, biji kopi, dan lainnya. Dari sisi wisata, turis asal Jawa Timur bisa bebas visa.

“Market di Belarus cukup besar, khususnya impor ikan sampai di tahun 2018 sebesar USD 361,6 miliar. Impor ikan dari Negara lain berupa ikan segar dengan nilai USD 99,3 miliar, ikan frozen USD 158,6 miliar, ikan fillet USD 68,3 milia. Dan ikan kering dari Indonesia sebesar USD 3,1 miliar,” ujar Mr Valery Kolesnik. (*)

Penulis : Junaidi