Mengenal Kusnan Hariadi, Bakal Calon Bupati Mojokerto

Kusnan Hariadi


POLIPRENEUR.com - Kusnan Hariadi menyatakan diri siap maju menjadi calon Bupati Mojokerto. Dia mulai bergerak menggalang dukungan supaya bisa lolos dalam persyaratan calon bupati Mojokerto, baik melalui jalur partai politik atau pun independen.

Bagi Kusnan, pemilihan bupati Mojokerto ialah prosesi lima tahunan yang menjadi kesempatannya untuk bisa memimpin Kabupaten Mojokerto melalui pemilihan kepala daerah (pilkada).

Dia sadar, untuk mencapai itu tidaklah mudah karena banyak tokoh dan pengusaha yang juga menginginkan hal yang sama. Namun, Kusnan yakin melalui jejaring yang dibentuk di tiap desa akan memudahknnya mendapat dukungan dari masyarakat Mojokerto.

Kesiapan juga bukan cuma ditataran tim sukses di tiap desa di Kabupaten Mojokerto, tetapi juga dari dana dan program. Kenyang pengalaman berpuluh tahun berkecimpung di dunia birokrasi, pria yang lahir pada 17 Agustus 1962 ini sudah punya bekal untuk memimpin Kabupaten Mojokerto.

Sepak terjang Kusnan lebih banyak di dunia kesehatan gizi masyarakat. Karirnya sebagai tenaga ahli gizi dimulai saat Kusnan menjabat sebagai pelaksana Gizi di Puskesmas Ambunten, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep pada tahun 1987 sampai 1996.

Dia kemudian sebagai ahli gizi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto yang menaungi balita gizi buruk tahun 1997 sampai 2016.

Di tahun 2017, Kusnan Hariadi menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinan dan Peningkatan Akseptor KB pada instansi kantor BKKBN Kabupaten Mojokerto. Posisi ini dijabatnya sampai sekarang.

Selain di birokrasi, pengalaman Kusnan di korporasi juga tak bisa di elakkan. Sekarang ini, dia tercatat sebagai Komisaris PT Bintang Surya Gemilang.

Sebelumnya, pengalaman Kusnan bekerja ialah pelayaran domestik di Pelabuhan Ketapang – Banyuwangi sebagai kelasi tahun 1982 sampai 1983. Lalu pelayaran domestik di Pelabuhan Padang Bai Lembar Bali sebagai Pengawas muatan tahun 1983 sampai 1984.

Dan pernah berpengalaman di pelayaran domestik di Pelabuhan Merak–Bakauheuni tahun 1984 sampai 1986 sebagai staf operasional muatan.

Kenyang pengalaman di birokrasi dan korporasi, menjadikan Kusnan Hariadi punya bekal cukup untuk memimpin Kabupaten Mojokerto melalui jalur Pilkada.

Tekadnya, selain menerapkan pemerintahan yang transparan, dia juga tak segan memberantas pungli (pungutan liar) yang selama ini menjadi momok di Pemkab Mojokerto dan instansi di bawahnya. 

"Jika ada yang bermain anggaran yang tidak benar, jika diberi amanah kelak, maka akan saya pecat langsung," tegas Kusnan.(*)

Penulis : Arif Yulianto