Surabaya Bakal Lebih Sukses Terapkan OSS Karena Sudah Punya SSW

Jamhadi (kiri) bersama Erlangga Satriagung (tengah), dan seorang mitra bisnisnya.


POLIPRENEUR.com - Kota Surabaya dinilai sangat tepat menerapkan sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS). OSS yang pelaksanaannya diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2018, merupakan upaya Pemerintah dalam menyederhanakan perizinan berusaha dan menciptakan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat dan murah, serta memberi kepastian.

OSS digunakan dalam pengurusan izin berusaha oleh pelaku usaha dengan karakteristik berbentuk badan usaha maupun perorangan; Usaha mikro, kecil, menengah maupun besar; Usaha perorangan/badan usaha baik yang baru maupun yang sudah berdiri sebelum operasionalisasi OSS. Usaha dengan modal yang seluruhnya berasal dari dalam negeri, maupun terdapat komposisi modal asing.

"Surabaya sudah punya embrio SSW (Surabaya Single Window) dan saya yakin Surabaya bisa lebih berhasil dari kota lainnya melaksanakan OSS," ujar Jamhadi, Tim Ahli KADIN Jawa Timur.

Jamhadi yang akan mengakhiri jabatan sebagai Ketua KADIN Kota Surabaya pada 14 Agustus 2019 ini mengimbau agar Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, harus punya OSS seperti kota-kota lain yang sudah berhasil, seperti Sidoarjo atau kota kabupaten lainnya. Memang tidak mudah mengenalkan OSS. Tapi, jika ingin sukses perlu sosialisasi.

"Pemohon siapkan kelengkapan data dan register, langsung dapat NIB (Nomor Induk Berusaha). Lalu bikin komitmen, misalnya konstruksi. OSS jika diterapkan bisa mempercepat proses investasi dan menyerap lapangan kerja," kata Jamhadi, yang menjabat Ketum Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Untag 45 Surabaya.

Dikatakan Jamhadi, sebelum operasional, badan usaha harus mengurus SLF (sertifikat laik fungsi). Jika pengusaha melanggar, pasti rugi sendiri karena SLF tidak bisa terbit.

Diakuinya, memang ada beberapa badan usaha yang memegang izin NIB, tapi mereka tidak melanjutkan mengurus legalitas SLF ke Pemkot Surabaya.

"Pengusaha dipercaya tapi dikontrol. Sebelum bisnis dioperasikan, harus urus SLF. Jika tidak mengurus SLF, kami mengimbau agar Pemkot Surabaya membentuk Satgas perizinan," kata Jamhadi.

Jamhadi menyarankan agar semua kabupaten kota yang belum menerapkan OSS untuk segera menerapkannya.

"Melalui OSS, izin mudah, murah, cepat. Kerja dan lapangan kerja terus bertambah, rakyat makmur. Semua pihak diuntungkan. Sehingga solving problems bisa tercapai. Itu termasuk bagian solusi," ujar CEO PT Tata Bumi Raya ini sembari mengungkap pengalamannya dimudahkan dalam perizinan berkat OSS. (*)

Source : Polipreneur Newsroom