Dukungan untuk Ali Affandi Jadi Ketua KADIN Surabaya Kian Menguat

Ali Affandi (kiri) bersama Jamhadi, Rudiansyah, dan Muhammad Alyas.


POLIPRENEUR.com - Musyawarah Kota (Mukota) Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya akan digelar pada 14 Agustus 2019. Salah satu agenda dari Mukota KADIN Surabaya ialah memilih ketua baru menggantikan Dr Ir Jamhadi, MBA, yang sudah 2 periode menjabat sebagai Ketua KADIN Kota Surabaya.

Nama yang telah mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua KADIN Kota Surabaya ialah Ali Affandi. Dalam acara "Sambung Rasa dan Makan Siang bersama Calon Ketua Umum KADIN Surabaya 2019 - 2014" di Resto Ria Galleria, Jalan Bangka 2-4 Surabaya, Ali Affandi mengundang sejumlah tokoh yang pernah menjabat dan berkecimpung di kepengurusan KADIN Surabaya.

Mereka diantaranya Dr Ir Jamhadi, MBA, ketua KADIN Surabaya periode 2009-2014 dan 2014-2019. Lalu Rudiansyah, Ketua KADIN Surabaya periode sebelum Jamhadi. Dan Muhammad Alyas, pengurus KADIN Surabaya serta sejumlah tokoh dan akademisi.

Dalam kesempatan itu, Jamhadi menyatakan dukungannya secara terbuka terhadap pencalonan mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur tersebut.

Jamhadi menegaskan bahwa Andi, panggilan akrab Ali Affandi, layak memimpin Kadin Surabaya pada periode setelahnya.

“Saya memberikan dukungan penuh kepada mas Ali Affandi karena beliau sangat berpengalaman dalam berorganisasi dan kuat dalam berbisnis. Karena Kadin kedepan, sesuai dengan UU nomor 11 Tahun 1998 adalah sebagai mitra pemerintah dan wadahnya dunia usaha, dituntut sosok yang secara kepribadiannya punya karakter sebagai pemimpin tidak hanya untuk bisnis dan keluarganya saja, tetapi untuk masyarakat dunia usaha,” tegas Jamhadi, dilansir dari Kabarbisnis.

Dukungan yang sama juga diberikan oleh Mantan Ketua Umum Kadin Surabaya Rudiansyah dan Ketua Umum HIPMI Jatim, Mufti Anam yang juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Rudiansyah mengatakan bahwa dengan melihat ekonomi dan kondisi bisnis saat ini, maka yang dibutuhkan adalah seorang pebisnis muda, pebisnis milenial yang revolusioner dan berpandangan luas. Karena saat ini adalah era anak muda berbisnis.

“Kalau dulu, dari sisi kelembagaan atau perusahaan yang paling penting, tetapi sekarang yang muncul adalah ide individu yang dijalankan sebagai sebuah bisnis. Ketika bisnis tersebut besar, baru mereka butuh wadah, butuh kerja tim untuk lembaganya. Inilah tantangan Kadin kedepan, bagaimana mereka  bisa mengakomodir pebisnis-pebisnis individu ini. Dan yang bisa memahami hal ini ya anak-anak muda,” kata Rudiansyah.

Atas alasan tersebut, maka Rudiansyah mengaku mendukung Andi dengan sepenuh hati.

“Karena secara personal, dia mau mendengarkan, tidak angkuh dan bisa merangkul semua pihak. Karena fungsi ketua itu ya itu, bisa mengakomodir dan bersama-sama memperjuangkan kepentingan pengusaha dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Mufti Anam mengatakan bahwa ia telah belajar banyak dari Andi tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan benar. Andi, ujarnya, adalah sosok yang cakap dalam memimpin sebuah organisasi. Karena ia tidak bosan untuk menjadi pendengar atas problematika pengusaha yang tengah dihadapi.

Andi menuturkan, tantangan KADIN di Surabaya saat ini tidak ringan. Ia mengatakan, peningkatan angkatan kerja belum diimbangi lapangan kerja baru, sehingga menimbulkan pengangguran. Angkatan kerja di Surabaya naik dari 1,49 juta pada 2017 menjadi 2,26 juta pada 2018.

"Selain faktor demografi, kenaikan angkatan kerja salah satunya didorong dari pekerja luar kota. Tingkat pengangguran terbuka merambat naik, dan itu harus diantisipasi dengan menginklusifkan pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Sejumlah potensi yang bisa dimaksimalkan, menurut dia, antara lain pariwisata dan sektor MICE yang terbukti cepat menggerakkan perekonomian.

"Pariwisata dan MICE dikenal sebagai sektor inklusif, termasuk untuk turunannya seperti UMKM souvenir, makanan, dan sejenisnya. Itu perlu menjadi perhatian, apalagi Surabaya adalah pintu gerbang utama wisatawan mancanegara di Jatim," ujar dia. (*)

Source : Polipreneur Newsroom