La Nyalla Dinilai Layak Pimpin DPD RI

Jamhadi bersama La Nyalla, Margarito Kamis, Erlangga Satriagung, dan sejumlah Senator


POLIPRENEUR.com - La Nyalla Mahmud Mattaliti dinilai layak menyandang Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Pernyataan itu mengemuka dalam bedah buku “Mewujudkan DPD RI Yang Kuat Dan Bermartabat” di Hotel Shangri La, Surabaya, Rabu (7/8/2019).

Hadir sebagai panelis ialah Zein Badjeber (Anggota Forum Konstitusi MPR), dan Margarito Kamis (Pakar Hukum Tata Negara), dan moderatornya ialah Djamal Azis (Anggota Lembaga Kajian Konstitusi).

Beberapa Senator yang hadir diantaranya Fahira Idris (DKI Jakarta), Abdullah Putra (Aceh/mantan Gubernur Aceh), Abdullah Puteh (Aceh), Abraham (NTT), Jafar (Sultra), Hilmi (Yogyakarta), Bambang (Jateng), Adelia Aziz (Jatim), dan lain-lain.

Selain Senator RI, hadir pula ialah Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Heru Tjahjono (Sekdaprov Jawa Timur), Jamhadi (Tim Ahli KADIN Jawa Timur), Erlangga Satriagung (Ketua KONI Jawa Timur), dan sejumlah tamu undangan.

Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengakui bahwa Peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia nyaris tak banyak diketahui dan mungkin kurang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Margarito menyatakan bahwa jika selama ini DPD RI terbentur dengan ketentuan dalam UUD 1945 yang membuat DPD terlihat seperti menjadi sub ordinat dari DPR. Padahal, DPD bisa saja menampilkan dirinya dengan kreasi-kreasi yang diciptakan.

“Sehingga, butuh figur yang begitu terampil yang dengan keterampilannya tidak mengandalkan skema UUD tapi skema politik. Itu saja yang membuat DPD terlihat anggun di permukaan politik,” katanya.

Namun, dari pengalaman yang ada ia merasa anggota DPD masih sangat kurang kreasi yang diciptakan, sehingga tidak memberi dampak kepada masyarakat. Selain itu, masih ada beberapa kreasi yang tidak dibutuhkan malah diperjuangkan.

Ia mencontohkan, DPD tidak mampu tampil seperti program ILC di salah satu TV Swasta yang setiap minggunya ditunggu oleh masyarakat, karena dirasa lebih mampu memberi tekanan kepada pemerintah untuk merubah kebijakan. Padahal, DPD memiliki anggaran yang besar untuk berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan utamanya.

“Kreasinya yang miskin. ILC saja tiap minggu orang nunggu dan ILC muncul langsung berubah kebijakan itu. Masak DPD sebesar itu gak bisa. Ini duit seabrek-abrek gak ada apa-apa,” tegasnya.

Selain dibutuhkan kreasi dari pimpinan dan anggota, ia menambahkan juga butuh kerja bersama melalui pemikiran seluruh anggota agar DPD benar-benar menjadi kuat.

Ketika disinggung siapa yang dapat membawa DPD menjadi lebih kuat? Margarito menyebut nama La Nyalla Mahmud Mattalitti. 

Ia menilai, sosok La Nyalla dengan kemampuan yang dimiliki dapat membawa DPD lebih kuat ke depannya. Ia juga mencontohkan bahwa La Nyalla mampu membawa institusi tak beruang seperti PSSI dan Kadin Jatim menjadi lebih berkembang.

“Tanpa adanya kreasi akan sangat sulit membawa institusi seperti itu berkembang. Dan figur La Nyalla saya kira cukup bisa diandalkan. Apalagi, yang sangat hebat dia adalah type pendengar yang baik, bukan type mendikte orang,” pungkasnya. 

Jamhadi dalam kesempatan itu menyampaikan selamat atas terbitnya buku karya La Nyalla dan juga terpilihnya La Nyalla di DPD RI periode 2019-2024 mewakili Jawa Timur.

"Beliau berpengalaman memimpin asosiasi dan organisasi termasuk PSSI yang meskipun dinamikanya tinggi, nyatanya beliau mampu memimpin. Insha Alloh, Pak LaNyalla jadi Ketua DPD RI. Dengan leader style, kami support beliau," ungkap Jamhadi. (*)

Source : Polipreneur Newsroom